Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) adalah salah satu point penting dalam mencegah stunting, dimana makanan merupakan pokok nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi dan anak. Penanganan Stunting juga menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo guna mewujudkan Sumber Daya Manusia Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.
Selaras dengan program pemerintah pusat, TP TKK Kecamatan Banyuurip melalui Pokja 4 berinisiatif mengadakan lomba untuk PMBA bagi TP PKK Desa se-Kecamatan Banyuurip yang berjumlah 27 Desa dan Kelurahan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (6/12/2022) ini, dimulai pukul 13.00 WIB di Aula Kecamatan Banyuurip dan berlangsung cukup meriah. Hal ini bisa terlihat dari antusias para peserta yang menyajkan berbagai macam menu dengan beragam kreativitas. Tak tertinggal kandungan gizi, resep, dan daftar harga sebagai salah satu pelengkap persyaratan lomba juga ditampilkan. Ada 5 kelompok menu yang disajikan dalam lomba, diantaranya menu makanan tambahan anak dan bayi usia 6 bulan, 6 s.d. 9 bulan, 9 s.d. 12 bulan, 12 s.d.24 bulan, dan 24 s.d. 59 bulan. Ada 6 kejuaraan yang akan diperebutkan.
Sementara itu, tim dari TP PKK Desa Triwarno yang berjumlah 3 (tiga) orang yaitu Ketua TP PKK Elia Junitasari, Afifah Ngulyah (Ibu Balita) dan Dalilah (Pokja 4) mendapatkan Juara 2 dari 27 peserta dengan menyajikan 5 menu utama ditambah kudapan di masing-masing menunya diantaranya bubur nasi hati ayam, puree pisang (usia 6 bulan), bubur nasi belut santan dan barongko pisang (usia 6-9 bulan), kentang daging tumbuk beserta buah-buahan (usia 9-12 bulan), bola-bola nasi, puding pepaya (usia 12-24 bulan), sup sayuran, nugget lele (usia 24-59 bulan). Adapun bahan-bahan yang didapat untuk membuat menu di atas diambil dengan memanfaatkan pangan lokal di sekitar desa.
Besar harapan melalui event lomba seperti ini, tiap kader desa pada umumnya dan ibu balita pada khususnya bisa menularkan dan mempraktikkan ilmunya di kehidupan sehari-harinya. Terlebih kepada Ibu Balita yang ada di masing-masing Posyandu. Mengingat, stunting bukan masalah keluarga saja, stunting bukan hanya masalah bagi kader saja, stunting bukan hanya masalah bagi pemerintah desa atau Puskesms saja, melainkan stunting adalah masalah kita bersama.




